Malam,....
Dulu Aku peranh bingung tentang kaheningan dan Kramaian mu,
dulu aku iba dan ragupada cerita2tentangmu.,
Sekarang ku tau..dan faham.....
Aku tlah banyak tersa nyaman bersama kebungkaman dan keceriaan mu..
Memang ku damai bukan semata krna keelokanmu,,..
Bahkan tak tersirat kecantikan dan keanggunan mu..
Tapi hangat tutur suasanamu,tepiskan keresahanku..
Juga saat keheningan lentik fikrah tuk meraba indah karuniaNYa lah yang kurasa lebih mesra bersamamu..
Namun hanya masih ku ber tanya2,..
Knapa Kadang hati bergetar masih secara tiba2,,.
Kadang Dikala mega KUning menyambut kedatangan mu.
Kadang setelah mega putih pergi..
kadang saat teman2ku ramai di jam aktifitas malam mereka
kadang juga saat kau tergesa2 ingin pamit bersama kokok ayam jantan..
MALAM....
aku ingin kau slalu bermukim di rasaku,
walau subuh pagi sore sendekala ramai sunyi,
ku tetap damai dalam rengkuhan kinasihmu..
Bersama2 dalam artikan alam,,mencatat dan melangkah,
Tuk temukan jawaban2 kebesaran ilahi robbi..
tentang maha karyaNYA.,dalam maha purba dan keabadianNYA...
Dan mungkin MALAM ku segera manjelma
menjadi makhluk yang bukan sekedar suasana,
tapi pada subtansi yang lebih nyata...
sibul,..29 agustus 10..
dan sekarang ku benak atas harap tentang "titipan salam kerinduanya pada semilir angin"....
walau kerinduannya tak hinggap pada kerinduanku saat ini..
Minggu, 29 Agustus 2010
Minggu, 08 Agustus 2010
Pengembaraan AL Khalaj jawa
di kesunyian tak kujumpai Tuhan
---------------------------------
di kesunyian tak kujumpai Tuhan
bahkan tak pula bisa kurasa bayang bekas jejakjejakNya
yang biasanya sungguh berkilau tanpa bikin silau.
apakah karena kini di kesunyian tak ada Tuhan?
apakah karena kini kesunyian sanggup menyembunyikan Tuhan?
apakah karena kini kesunyian tidak lagi disukai Tuhan?
apakah karena kini yang semula kuyakini sebagai kesunyian ternyata cuma?
tak lebih dari sesuatu yang hanya menyerupai semacam kesunyian?
karena di kesunyian tak lagi bisa kujumpai Tuhan
maka akupun mulai melangkah, berjalan pelahan,
melewati deret pepohonan yang menidurkan daundaunnya kerna hari sudah malam
dan juga melewati tegakan tianglistrik-tianglistrik yang berjarak 67 meter<
antara satu dengan lainnya,
terus melangkah ke barat, melewati jembatan yang melengkung di atas sungai
yang mengalir dari selatan ke utara, sampai akhirnya tiba pusat kota
begitu terang, bahkan nyaris gemerlap, dan jelita
aih, aku melihat Tuhan ternyata sedang lehaleha di sana..
ooo, batapa Dia mukim di tiap mata padagang kakilima,
betapa Dia sedang menafasi tiap ibu tua penjual nasi pecel,
betapa Dia sedang memompa jantung tiap penjual susu telur madu jahe
yang melengkapi depotnya dengan roti bakar rasa aneka selai dari buah-buahan
dan kacang-kacangan,
betapa Dia sedang mengelus bahu anakjalanan-anak jalanan yang disewakan ibunya
pada pengepul yang memperkerjakan anak-anak untuk mengemis,
betapa Dia sedang menyeka kantuk tukangparkir-tukangparkir,
betapa Dia sedang membersihkan benak polisilalulintas-polisilalu lintas bulus
bagaimana cara menilang pengendara mobil asal luarkota,
betapa Dia sedang mensuplai tenaga pada tukangpijat-tukang pijat tunanetra,
betapa Dia sedang menjaga mudamudi-mudamudi yang masih keluyuran di lepas tengah malam,
betapa Dia sedang menggumamkan entah apa pada pasanganselingkuh
yang sedang saling berbisik memutuskan hendak menginap di losmen mana,
betapa Dia sedang menggucelngucel tengkuk pemabok yang membungkuk muntahmuntah
dengan masingmasing telapaktangan bertumpu pada lutut kiri dan kanan,
betapa Dia sedang menemani sopirtaksi-sopirtaksi yang mangkal menunggu penumpang
atau panggilan penjemputan dari operator pusat,
betapa Dia sedang menghibur pelacurjalanan paruhbaya yang sejak dasaran selepas magrib
hingga lepas tengah malam ini belum digoda atau apa lagi disamperin lakilaki hidungbelang
........
kini aku tahu, mengerti dan paham, mengapa di kesunyian tak kujumpai Tuhan.
Timur Sinar
---------------------------------
di kesunyian tak kujumpai Tuhan
bahkan tak pula bisa kurasa bayang bekas jejakjejakNya
yang biasanya sungguh berkilau tanpa bikin silau.
apakah karena kini di kesunyian tak ada Tuhan?
apakah karena kini kesunyian sanggup menyembunyikan Tuhan?
apakah karena kini kesunyian tidak lagi disukai Tuhan?
apakah karena kini yang semula kuyakini sebagai kesunyian ternyata cuma?
tak lebih dari sesuatu yang hanya menyerupai semacam kesunyian?
karena di kesunyian tak lagi bisa kujumpai Tuhan
maka akupun mulai melangkah, berjalan pelahan,
melewati deret pepohonan yang menidurkan daundaunnya kerna hari sudah malam
dan juga melewati tegakan tianglistrik-tianglistrik yang berjarak 67 meter<
antara satu dengan lainnya,
terus melangkah ke barat, melewati jembatan yang melengkung di atas sungai
yang mengalir dari selatan ke utara, sampai akhirnya tiba pusat kota
begitu terang, bahkan nyaris gemerlap, dan jelita
aih, aku melihat Tuhan ternyata sedang lehaleha di sana..
ooo, batapa Dia mukim di tiap mata padagang kakilima,
betapa Dia sedang menafasi tiap ibu tua penjual nasi pecel,
betapa Dia sedang memompa jantung tiap penjual susu telur madu jahe
yang melengkapi depotnya dengan roti bakar rasa aneka selai dari buah-buahan
dan kacang-kacangan,
betapa Dia sedang mengelus bahu anakjalanan-anak jalanan yang disewakan ibunya
pada pengepul yang memperkerjakan anak-anak untuk mengemis,
betapa Dia sedang menyeka kantuk tukangparkir-tukangparkir,
betapa Dia sedang membersihkan benak polisilalulintas-polisilalu lintas bulus
bagaimana cara menilang pengendara mobil asal luarkota,
betapa Dia sedang mensuplai tenaga pada tukangpijat-tukang pijat tunanetra,
betapa Dia sedang menjaga mudamudi-mudamudi yang masih keluyuran di lepas tengah malam,
betapa Dia sedang menggumamkan entah apa pada pasanganselingkuh
yang sedang saling berbisik memutuskan hendak menginap di losmen mana,
betapa Dia sedang menggucelngucel tengkuk pemabok yang membungkuk muntahmuntah
dengan masingmasing telapaktangan bertumpu pada lutut kiri dan kanan,
betapa Dia sedang menemani sopirtaksi-sopirtaksi yang mangkal menunggu penumpang
atau panggilan penjemputan dari operator pusat,
betapa Dia sedang menghibur pelacurjalanan paruhbaya yang sejak dasaran selepas magrib
hingga lepas tengah malam ini belum digoda atau apa lagi disamperin lakilaki hidungbelang
........
kini aku tahu, mengerti dan paham, mengapa di kesunyian tak kujumpai Tuhan.
Timur Sinar
Langganan:
Postingan (Atom)
