Drs Soekardi mutung ora lumrah.geger moer ditengah tengah panasnya hari jmat.bagai warkudara di perang batharayuda.semua jamaah jumat yang baru saja keluar di masjid di pentelengi dengan tatapan amarah lembu jantan.ternyata sepatu pantofel hitam mlenges, yang gilap mengkilap,paribasan kaya hajar aswad,itu hilang.
Si wnyad hanya bergumam dalam hati.”sepatu sing apik dewek sejgad raya telah hilang di telan padlan”..Si wanyad weruh di belakang masjid ada bungkusan kresek hitam,yang baru saja di taruh oleh si padlan. Padlan adalah adik ipar ustad kaji jafaron.,kedimik dimik padlan mulai meninggalkan TKP.Padlan memang sering nyolong kelapa,tapi kali ini,dia kok nyolong sepatu,memeng si Padlan kalau lagi ga punya rokok apa lagi pulsanya habis dia nekat nyuri.tapi sebatas tuk memenuhi kebutuhan sesaat nya saja.Tekad padlan”sing penting ora dadi daging”.kata kata itu sering di ucapkan saat menjual kelapa hasil curian.dengan enteng,seakan tak ada dosa.
Drs soekardi yang tiap harinya sebagai pegawai kecamatan itu memang.pintar,berwibawa,pakaian selalu rapih,dan clana kerjanya selalu di setrika,memang semua tau,di balik kenjlititan sragm dinas nya, tersimpan berjuta2 uang negara seperti uang rehab jembatan curug kadem yang belum juga ter realisasi kan,pemotongan uang BLT milik ninine padlan,sampai penjualan tanah kuburan. Semua uang itu tertata rapih di kantong sakunya.entah mau di bawa kemana dan untuk apa. atau siapa tau, sudah masuk perut nya yang sedikit buncit. Pokoknya ntahlah..
Si wanyad kayaknya mulai menikmati suasana ramai yang sungguh penuh polemik itu,dengan gaya nya yang ndlohom kambi tongkrong si wanyad ber gumam dalam hati’sing maling jane sapa,kabeh kabeh ra gelem di arani maling.”
Suasana pun masih berjalan terus memanas.hingga ustad kaji jafaron yang tadi khutbah,beranjak dari pengimaman,semerbak wangi minyak misik merambah hingga samapai ke pelataran masjid.dengan santai beliau menghampiri para pengurus masjid yang asik rapat sidang kotak amal,dan berceritalah salah satu anggota pengurus pada beliau tentang masalah pak Soekardi,beliau pun menaggapi dengan wajah tenang,dengan penuh kearifan.
.Dan di sini si wanyad yang notebene nya sebagai murid beliau yang paling lawas,sangat paham dengan raut wajah ustadnya,si wanyad pun berbisik pada akar pohon sawo tua,”ustade lagi bingung,krana polaeh si padlan(adik ipar ustad)sing lagi nggemblung”.pasalnya si wanyad sering di tanyai pak ustad tentang lelakon padlan bersama teman2nya.hingga tentang rencana kejahatn nyolong sepatunya Drs kardi pun, pak ustd sudah di beritau oleh si wanyad,tapi rikuh pekewuh dengn morotuwo,dan istri tersayang. lah yang membikin beliau tr ombang ambing, terdiam dan membisu.hingga terjadilah perkara yang sesuai dengan apa yang di rencanakn.
Tiba2 gerimis di siang bolong turun ,warna pelangi pun menghiasi lngit ,para jamaah pun bubar dg serentak,banyak yang pulang juga ada yang tetap di masjid.
Pak soekardi yang tengah dilanda amarah itu,terus ngromed dan bergabung dengan para dewan ta’mir masjid.Ustad kaji pun makin terlihat kebingungan,karena mendengar ucapan kemararahan dari Pak kardi,yang masih terus mengisahkan dan membangga2kan sepatunya yang hilang,sepertinya sangat merasa kehilangan,padahal jika putri pertamanya yang di karuniai body dan paras yang sungguh aduhai dan semok itu pergi sama pacarnya sehari semalam,pak kardi tak merasa khawatir,atau kehilangan. Bahkan kehormatan anak gadisnya pun tak lagi di hiraukan. Aneh memang.
Setelah beberapa saat gerimis itu mengubah suasana panas menjadi sejuk,paving dan genteng masjid pun seperti berseri seri,awan pun redup dan bersayu sayu.ak kardi pun mulai terslimur dengan obrolan pak ustad yang membahas rencana perehaban wc masjid ,dan pak kardi di tunjuk sebagai bendahara,dan bagian kontruksi serta arsitek bangunan.
Tiba tiba dari arah terbit matahari,datang seorang gadis,yang wajahnya sudah tentu ayu nan manis,rambut hitam,dan kulit mulusnya,tertutup rapat oleh kerudung serta baju kurung yang penuh dg aura kesederhanaan. Bukan lipstik yang menghiasi wajahnya,tapi mata sipit,alis tipis,dan kacamata min,yang membuat karakter pelajar aktif,smart,progresif,namun penuh ketawaduan dan kesantunan,itu melekat erat pada dirinya..
Ooohh..sejuknya suasana,bagai bunga sakura,dan slju bertaburan di tanah makkah…
sayang...si wanyad belum cukup dewasa untuk merespon suasana indah seperti ini..
Sesaat itupun si gadis memanggil pak kardi dengan sapaan “yah ayah,niki”suara manja yang sedikit serak sungguh merdu.dan jemari indahnya membuka kresek hitam,lalu di ambillah isinya,ternyata sendal jepit biru merek sewallow,.dan di taruhnylah sendal itu tepat di depan tempat pak Kardi ngobrol..
Ternyata gadis itu putri bungsu dari keluarga Pak soekardi yang kayaknya telah mengenyam ilmu di bangku kuliah..
Sembari gadis itu pergi melewati arah terbenamnya matahari,semerbak wangi ketulusan pun terasa memenuhi kekosongn hati..
Si wanyad pun menarik tangan pak lik nya(bujangan anak pesntren baru mukim-red),yang bengong tertegun melihat fenomena hari jumat yang sungguh penuh hikmah, dan si wanyad mengajak pulang “lik..!!! nggoh wangsul,mpun di entosi eyange teng sareane eyang uti(eyang putri yang meninggal beberapa tahun yang lalu)..
Setelah sampai di kuburan umum milik desa. Eyangnya masih membersihkan rumput kecil di sekeliling pemakaman,.si wanyad dan pak liknya.pun bercerita bagai anak yang cerdas dan kritis.cerita tentang padlan,pak sukardi,dan ustd haji jafaron, serta dengan semangat bercerita tentang gadis manis nan menawan..tiba tiba eyang nya manghentikan obrolan,dan mulai membacakan tawasul fatihah,tahlil,,hingga akhirul kalam ndunga,,
Robbana dzolamna anfusana waillam taghfirlana watarkhamna lanakuunanna minal khoosiriin…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar